Google
 
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Mendengkur alat identifikasi stroke dan jantung

Mendengkur atau mengeluarkan suara getar saat tidur lelap memang sejak lama dicurigai para ahli berkaitan dengan gangguan kesehatan. Kini, indikasi tersebut diperkuat oleh hasil sebuah riset di Hongaria yang mengaitkan kebiasaan mendengkur dengan penyakit jantung dan stroke Riset yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien dan dipublikasikan dalam Journal Sleep itu menyimpulkan bahwa pendengkur berat memiliki kecenderungan yang signifikan mengalami serangan jantung atau stroke dibanding mereka yang tak mendengkur. Temuan ini menurut peneliti semakin memperkuat teori sebelumnya tentang hubungaan antara mendengkur dengan penyakit kardiovaskuler. Mendengkur sebenarnya gejala yang dapat dialami siapa saja pada berbagai tahap usia. Namun kebiasaan ini tercatat lebih banyak ditemukan pada sekitar 40 persen pria dewas adan 24 persen wanita dewasa. Suara mendengkur adalah akibat terhalangnya aliran udara yang melalui saluran yang terletak di bagian belakang rongga mulut dan hidung. Pada saat otot di langit-langit dan uvula (bagian dari langit-langit yang membentang dari bagian atas hingga pangkal lidah) dalam keadaan rileks , mereka dapat bergetar yang menghasilkan suara yang saat pendengkur bernafas. Selama bertahun-tahun , para ahli selalu mewaspadai akan adanya korelasi kuat antara mendengkur dengan berbagai jenis penyakit pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti jantung atau stroke. Riset yang dilakukan para ahli Hongaria ini memberi bukti yang memperkuat dugaan ini. Dalam risetnya, para ahli mewawancarai sekitar 12 ribu orang pasien untuk mengumpulkan data seputar kebiasaan mendengkur. Setelah dianalisa, terungkap bahwa ´pendengkur berat´ memiliki kecenderungan 34 persen lebih besar mengalami serangan jantung dan 67 persen risiko lebih besar mengalami stroke. Peneliti mengatakan, kasus mendengkur dengan suara keras disertai nafas yang terhenti dapat digunakan untuk mengidentikasi risiko seseorang akan penyakit jantung dan stroke. Data menunjukkan bahwa pasien yang dengkurannya tidak nyaring justru tidak mengalami peningkatan risiko. Kabar baiknya lagi, khususnya bagi pria, kecenderungan untuk mendengkur juga menurun setelah mereka melewati usia 70 tahun.

Selengkapnya...

Letak G Spot

Titik rahasia pada organ genital wanita yang disebut G spot selama ini kerap mengundang rasa penasaran. Bagian yang satu ini memang dikenal sebagai area paling sensitif dan dianggap sebagai salah satu kunci menuju kepuasan seksual kaum Hawa. Sebagian wanita percaya bahwa dengan merangsang area misterius dalam vagina ini dapat menimbulkan orgasme yang luar biasa. Jika suatu pasangan secara tak sengaja menemukan G spot, orgasme yang hebat akan dapat mereka rasakan. Namun pada sesi berikutnya, belum tentu titik G spot akan mudah ditemui. Sejauh ini, para ahli belum dapat menemukan sebuah metode ilmiah yang menentukan secara pasti letak titik paling sensitif ini. Bahkan eksistensi G spot sendiri menjadi perdebatan sejak 1980-an ketika istilah ini menggelinding sebagai wacana yang dapat menjelaskan mengapa beberapa wanita mampu mencapai orgasme lewat stimulasi vagina, sedangkan beberapa wanita lainnya tidak bisa. Sajumlah ahli seks juga mengklaim bahwa istilah G spot justru telah menimbulkan problem kecemasan di antara para wanita yang belum dapat mencapai kepuasan seksual, termasuk pasannganya. Walaupun masih kontroversi, penelitian tentang G spot tidak pernah berhenti. Seperti dimuat edisi terbaru majalah New Scientist, para ahli dari Universitas L´Aquila di Italia baru-baru ini mengklaim telah berhasil mendeteksi letak sebuah jaringan tebal pada vagina yang diduga sebagai G spot. Temuan ini juga dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine. Dengan melibatkan sebanyak 20 wanita, riset yang dipimpin oleh Dr Emmanuele Jannini berhasil menentukan posisi G spot dengan menggunakan metode ultrasound. Teknik ini dapat menentukan ukuran serta bentuk sebuah jaringan tebal di luar ¨dinding depan¨ vagina yang diduga merupakan letak G spot. Pada sembilan wanita, yang selama riset dilaporkan mengalami orgasme melalui rangsangan vagina, jaringan yang letaknya antara vagina dan uretra - saluran tempat mengeluarkan urin - ini rata-rata lebih tebal dibandingkan 11 wanita lainnya yang tidak mampu mencapai orgasme melalui rangsangan serupa. ¨Untuk pertama kalinya, ada metode yang memungkinkan untuk menentukan dengan mudah, cepat dan murah bahwa wanita memiliki area G spot atau tidak,¨ ungkap Dr Jannini. Walau pun Jannini yakin dengan temuannya. Dr Tim Spector dari St Thomas Hospital di London memiliki pendapat berbeda. Dalam New Scientist, Spector berargumen bahwa jaringan yang tebal ini mungkin saja sebenarnya hanya bagian dari klitoris, salah satu bagian genital wanita yang juga dikenal sangat sensitif. Dugaan lain yang muncul adalah fenomena jaringan tebal ini lebih disebabkan oleh seringnya wanita mengalami orgasme. Dengan frekuensi orgasme yang berulang atau sering, mungkin akan menyebabkan pembentukan otot yang lebih baik pada jaringan tersebut. Sementara itu Dr Petra Boynton, seorang psikolog seks dari Universitas College di London mengatakan bahwa seluruh industri saat ini telah berkembang di sekitar masalah G spot. Menurutnya, sungguh tidak berguna untuk mengatakan bahwa wanita yang tidak mampu menemukan area G spot mengalami ¨disfungsi¨. ¨Kita semua tentu berbeda. Beberapa wanita memiliki beberapa area tertentu dalam vagina yang sangat sensitif, dan beberapa lainnya tidak. Namun mereka tidak perlu menyebut area ini sebagai G spot. Jika semua wanita menghabiskan waktunya untuk mencemaskan apakah dirinya normal, punya G spot atau tidak, ia akan hanya terfokus pada satu area dan menghiraukan yang lain,¨ ungkap Boynton. ¨Ini akan meyakinkan kepada masyarakat bahwa hanya ada satu cara terbaik untuk melakukan seks, yang tentunya hal ini tidak tepat untuk dilakukan,¨ tegasnya.

Selengkapnya...

Polusi Udara Menurunkan IQ anak

Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan udara kotor memiliki IQ lebih rendah ketimbang mereka yang menghirup udara yang lebih bersih. Demikian hasil penelitian yang dilakukan Dr. Shakira Franco Suglia dari Harvard School of Public Health di Boston. Efek polusi pada kecerdasan sama seperti efek yang terjadi pada anak-anak yang ibunya merokok 10 batang per hari saat hamil.
Walaupun efek polusi pada kesehatan jantung dan pernapasan telah dipelajari secara luas, belum banyak diketahui efek polusi terhadap kecerdasan.Suglia dan timnya mempelajarinya dengan melihat data 202 anak-anak di Boston yang berusia 8 sampai 11 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian mengenai ibu yang merokok saat hamil. Para peneliti menghubungkan beberapa pengukuran fungsi kognitif pada anak-anak yang terpapar karbon hitam, komponen yang diemisikan knalpot kendaraan--utamanya oleh kendaraan diesel. Semakin tinggi seorang anak terpapar karbon hitam, semakin rendah skor mereka pada beberapa uji kecerdasan.
Suglia menyimpulkan bahwa paparan karbon hitam yang tinggi dapat menyebabkan turunnya IQ sebesar 3,4 poin secara rata-rata. Anak-anak yang terpapar tinggi juga memiliki skor yang rendah pada tes kosa kata, memori, dan kemampuan belajar. "Angkanya berada dalam kisaran yang sama dengan paparan tembakau dan timbal," kata Suglia.

Selengkapnya...

Asesoris Seks,Seberapa Nyaman? Seberapa Aman?

Jika seks bukan semata rutinitas dan telah menjadi permainan yang menggairahkan, maka aksesoris seks berbicara. Banyak yang mengatakan, lebih seru, menantang, tidak membosankan. Tapi saat -saat seperti apa sebaiknya digunakan? Siapa saja yang 'harus' menggunakan? Yang bagaimana sebaiknya dihindari? Dan sejauh apa kebutuhan secara umum? Seorang laki-laki bertubuh atletis dengan wajah ganteng sedang duduk di sebuah sofa biru, di pojok sebuah kafe bernuansa minimalis. Ia tengah menanti seseorang. Sebentar-sebentar ia melihat jam merk Rolex silver ditangan kanannya yang berbulu halus. Ia larut dalam lamunannya. Laki-laki berusia 36 tahun itu teringat akan benda yang dilihatnya di sebuah sex shop tadi siang. Benda itu menarik hatinya sebab selain bentuknya yang lucu, benda itu menurut penjaga toko memberikan sensasi yang berbeda dalam bercinta. Ia jadi teringat saat kekasihnya mengusulkan untuk membeli benda itu sebagai variasi dalam aktifitas seks mereka. Benda yang dimaksud adalah kondom berbentuk kaktus. Selama ini mereka memang belum pernah mencobanya. Ketika sedang makan siang di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan ia melihat benda itu dan aksesoris lainnya. Benda itu dibungkus rapi bak sebuah kado. Ia pun membuat rencana membuat kejutan buat kekasihnya. Sambil mengajak dinner yang romantis dengan kekasihnya, ia akan membuat surprise yang ia harap bisa membuat hati kekasihnya senang. Beberapa saat kemudian, pintu cafe yang transparan terbuka, seorang wanita bertubuh semampai, berkulit putih bak pualam melangkah pasti menuju sofa di pojok. Disana sang kekasih menanti, mengenakan kemeja hitam, beralis tebal, berahang kuat khas laki-laki. Laki-laki yang telah menanti itu berdiri dan mempersilahkan kekasihnya untuk duduk bersamanya. "Malam sayang. Aku kaget kamu ajak dinner, sebenarnya ada apa? Hari perayaan hubungan kita masih lama bukan?" tanya wanita seraya menghempaskan bokongnya di sofa. "Ya, aku sengaja ingin memberikan sedikit kejutan untukmu," jawab laki-laki itu tersenyum penuh arti. Lalu ia merogoh saku celana warna krem. Ia memberikan benda yang dibungkus kertas kado warna pink itu kepada kekasihnya. "Bukalah! Aku harap kamu akan senang, tapi begitu melihatnya jangan teriak, ya!" perintahnya lembut. Jemari lentik wanita itu membuka bungkusan itu perlahan-lahan. Terbukalah dan terlihat isi didalamnya. Wanita itu seperti hendak menjerit kegirangan, namun ia segera ingat pesan kekasihnya. "Wow, sayang thank's banget. Lucu banget bentuknya. Aku nggak nyangka dapat surprise seperti ini. Mestinya kita nggak usah ketemu di cafe tapi langsung di apartemen aja, biar langsung dipakai," ujar wanita cantik itu, sumringah. Wanita itu langsung memeluk dan memberi ciuman kepada kekasihnya. "Anggap saja ini foreplay," bisik kekasihnya dengan tatapan menggoda. Lalu keduanya terlibat obrolan yang lebih dalam, diiringi alunan lagu 'Tonight I Celebrate My Love ' milik Peabo Bryson menghantarkan keduanya dalam nuansa romantis sembari menikmati makanan yang telah dipesan. SENTUHAN. Kisah lain, seorang wanita berusia 33 tahun, yang sudah divorce selama setahun. Di kamar tidurnya yang penuh bunga artifisial, wanita itu menatap lekat wajah dan tubuhnya pada sebuah cermin seukuran tubuhnya. Dalam hati, ia merasa masih cantik, segar, seksi, dan masih mampu menebar pesona, terutama lewat senyumannya yang ketika masih SMU disebut teman-temannya dengan 'senyuman maut'. Apalagi kariernya mapan, namun diakui, bagaimanapun statusnya 'meresahkan'. MEMBOSANKAN. Mengapa ada orang yang menggunakan aksesoris seks? Seks bisa diibaratkan sebuah lingkaran yang berputar-putar di satu putaran. Itu lagi-itu lagi, begitulah istilahnya. Sehingga diperlukan beberapa variasi atau pembaharuan dan pencerahan didalamnya. Getar-Getar Cinta VibratorPeran laki-laki sangat dominan dalam permainan ini. Servis-lah sang kekasih sebaik mungkin. Vibrator tersedia dalam bermacam-macam bentuk, antara lain stimulator klitoral, bentuknya ada nenas, kepala gurita. Jadi benarkah jika terlalu sering menggunakan aksesoris tidak peka lagi terhadap barang asli ?Penggunaan aksesoris seks, selama sesuai dengan indikasi, sudah direkomendasikan secara ilmiah, berkwalitas baik serta perawatannya benar, tidak akan mengurangi kepekaan organ genital bila kelak melakukan hubungan seksual yang sebenarnya lagi.

Selengkapnya...

Sex Addict

Layaknya narkoba dan alkohol, seks juga bisa membuat seseorang kecanduan. Efek kecanduan itu hampir sama. Dalam sex, orang yang tidak mampu mengontrol perilaku sex addict dapat membahayakan kehidupan pribadi, pasangan, ataupun lingkungan sosialnya. Jadi, hati-hati ! Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Namun, Radit (30 tahun, bukan nama sebenarnya), masih belum beranjak dari kursi tempatnya bekerja. Ia masih asik di depan komputer. Padahal, semua tugas yang harus dikerjakannya telah ia selesaikan. Sesekali wajahnya tampak serius. Namun dalam waktu sekejap, deretan giginya yang putih tampak di wajahnya. Perubahan mimik Radit memang acap kali berubah mana kala ia sedang malakukan aktifitas yang satu itu. Menjejalah dunia maya. Ia tengah menjelajahi situs porno yang menyajikan halaman khusus berisi informasi, cerita, dan gambar-gambar porno. Jika fantasi liarnya sudah berkembang, Radit pun melanjutkan dengan chatting. Bukan chatting biasa, namun chatting dengan thema seksual. Berawal dari keisengan semata, ia pun telah kecanduan dengan situs-situs porno. Lama – lama kebiasaan ini sulit dilepaskan. Baginya yang penting, aktifitas tersebut memberi sensasi. Setiap membuka situs porno, fantasi seksnya kian berkelebat dikepalanya. Parahnya, stres akibat banyaknya persoalan dan pekerjaan yang menumpuk ternyata bisa dihilangkan dengan mengakses situs tersebut. “Tidak pernah ada satu hari yang terlewat tanpa saya membuka situs-situs porno. Biasanya, setelah puas lihat-lihat gambar yang mampu merangsang, saya menutupnya dengan chatting erotis. Obrolan yang kita bahas juga nggak akan jauh-jauh dari seks,” ungkap pria berkepala botak itu. Kebiasaan itu ternyata tak berdiri sendiri. Sejak di bangku SMP, Radit yang sudah mengenal blue film dan secara berkala sangat menikmati film-film yang mempertontonkan adegan syur tersebut. Kenikmatan mendapatkan sensasi seksual lewat indera penglihatan pun jalan terus hari demi hari, makin hari kian berkembang keinginannya. “Tidak ada satu hari pun yang aku lewati tanpa menyaksikan blue film,” jelasnya. Pria berkulit hitam manis ini sadar jika kegiatan yang ia lakukan tersebut tidak pantas untuk dilakukan. Namun, apa mau dikata. Dirinya tak sanggup menghentikannya. Karena ‘selalu ada permintaan dari dalam dirinya’. MASA LALU. Berbeda dengan Radit, Vinza sebut saja begitu. Wanita cantik, istri dari seorang pengusaha yang bergerak di bidang batu bara ini mengaku tidak pernah puas mencari pengalaman baru dengan beberapa pria. Apa perbedaan antara sex addict dengan penikmat seks biasa?Sex addict sering kali tidak perduli jika dirinya dalam bahaya. Terlebih saat ingin melakukan aktivitas seksualnya. Penikmat seks biasa masih pikir-pikir dan mundur jika aksi seksualnya akan mendatangkan bahaya atau malu. Baik pada dirinya ataupun pada pasangannya.

Selengkapnya...

Orgasme Berulangkali, Pria Pasti Bisa!

Seperti halnya wanita, pria sebenarnya juga dapat merasakan orgasme berulang kali (multiple orgasm). Mencapai orgasme berulang pada pria sebenarnya bukan hal mustahil, asalkan mengetahui pemahaman dasar tentang seksualitas pria, teknik-teknik tertentu serta pelatihan secara rutin.
Sebagian besar fokus seksualitas pria biasanya tertuju pada ejakulasi semata, ketimbang proses aktual bercinta. Padahal ketika seorang pria bisa melakukan orgasme berulang, dia tak hanya akan memuaskan dirinya tetapi juga secara efektif akan memuaskan pasangannya.
Secara teknis, multiple orgasm terjadi dalam sebuah rangkaian tanpa adanya rangsangan yang terputus antara kedua pasangan. Wanita sendiri telah diberkahi kemampuan untuk melakukan multiple orgasm. Namun tak banyak yang tahu bahwa pria juga sebenarnya bisa melakukan hal yang sama asalkan melatihnya secara benar.
Dalam kasus wanita, multiple orgasm berarti dapat meneruskan lagi rangsangan seksual secepatnya setelah mengalami masa klimaks. Biasanya waktu yang dibutuhkan hanya beberapa saat saja, sehingga klimaks kedua pun bisa dicapai. Intinya, jika seorang wanita benar-benar mengalami beberapa kali klimaks saat berhubungan, maka ia dapat dikatakan mengalami multiple orgasm.
Sementara itu, kebanyakan pria masih percaya bahwa multiple orgasm adalah kemampuan untuk mencapai ereksi sesegera mungkin setelah mengalami ejakulasi, untuk kemudian ereksi lagi dan mencapai klimaks. Ini jelas sebuah anggapan yang salah. Karena multiple orgasm sebenarnya terjadi tanpa harus kehilangan ereksi di antara proses orgasme. Jadi, multiple orgasme pada pria hanya melibatkan orgasme semata, dan tidak ejakulasi. Satu-satunya pengecualian di sini adalah ejakulasi tersebut mengikuti orgasme terakhir pada kejadian multi-orgasme.
Latih PC AndaJika pria ingin mengalami "getaran hebat" berulang-ulang, maka kuncinya adalah ereksi yang sempurna dan kemampuan menahan ejakulasi. Untuk mencapai kemampuan ini, ada beberapa teknik yang dianjurkan misalnya dengan melatih otot dasar panggul atau pubococcygeus (PC) yang dikenal sebagai otot seksual utama pendukung fungsi seksual wanita maupun pria. Faktor stamina juga memegang peran penting supaya tak mudah kelelahan.
Seorang sex therapist bernama Barbara Kesling Ph.D dalam buku The Complete Book of Mens Health mengemukakan, untuk mencapai multiple orgasm seorang pria dapat melakoni program yang terdiri dari dua bagian yakni fisik dan mental. Untuk program fisik, pria harus rajin melatih otot PC (yang biasa digunakan saat Anda ingin menghentikan aliran kencing) dengan cara mengkontraksikan dan mengendurkannya selama beberapa kali dalam sehari.
Latihan otot PC ini juga sering dikenal dengan nama senam kegel. Senam ini sangat sederhana sama seperti halnya saat menahan kencing. Anda.bisa melakukannya di kantor, antre di bank, menonton TV, atau saat menelepon. Bahkan Anda pun bisa memulainya sekarang.
Awalilah latihan dengan mencoba melakukan beberapa kali kontraksi singkat (flick) . Setelah itu, kontraksikan dan kendurkan otot PC Anda sebanyak 10 kali secara berturut-turut dalam waktu singkat. Kemudian cobalah mengkontraksikan otot PC dan menahannya selama 15 detik.
Lakukanlan secara teratur dan tingkatkan secara bertahap latihan hingga Anda bisa melakukan 10 kali flick dan 10 kali latihan menahan otot PC setiap hari. Hasilnya akan tampak pada 3-4 minggu kemudian. Dengan catatan, senam ini dijalani teratur dan tak dilakukan berlebihan karena area genital Anda akan mengalami cedera.
Latih mentalUntuk latihan mental, program dipusatkan pada pikiran dan otak. Di sini Anda harus belajar fokus dan mengidentifikasi setiap tahapan rangsangan selama berhubungan. Dengan begitu, Anda akan tahu kapan kemampuan mengatur otot PC dapat digunakan guna mencegah ejakulasi.
Memahami tahapan rangsangan yang Anda lalui menjelang orgasme dapat dilakukan ketika Anda berhubungan atau pun masturbasi. Dr Keesling membuat tahapan ini dalam level 1 hingga 10, yakni level 1 untuk tahapan tanpa rangsangan hingga 10 untuk tahap orgasme.
Ketika Anda sudah terlatih mengatur otot PC dan memahami dengan baik tahapan rangsangan seksual, tahap berikutnya adalah melatih diri untuk menghentikan sejenak (pause) di setiap level rangsangan berbeda. Penting artinya di sini untuk memiliki partner yang kooperatif dan sensitif.
Ketika berhubungan, awali proses penetrasi dengan perlahan hingga Anda mencapai level 4. Kemudian tahan dan ambilah nafas dalam-dalam sambil mengontraksikan otot PC Anda. Dengan begitu, level rangsangan Anda akan menurun setidaknya hingga satu atau dua level. Lalu cobalah untuk kembali beraksi dan berupaya meningkatkan level rangsangan Anda, Tahan lagi dan lakukan secara berulang menggunakan otot PC.
Pada saat rangsangan mendekati level tertinggi (level 10), kerahkan segala kemampuan untuk menahan keluarnya sperma (ejakulasi) dengan mengontraksikan otot PC. Pada proses ini, jangan pernah tutup mata Anda dan tariklah nafas dalam-dalam. Di sini Anda akan merasakan kenikmatan sebuah orgasme tanpa harus ejakulasi.
Setelah itu, rilekslah untuk beberapa menit sehingga Anda mendapat waktu beristirahat. Tanpa disadari, Anda sudah melakukan orgasme pertama, dan siap melakukan orgasme berikutnya!

Selengkapnya...

Sunat tak Kurangi Kenikmatan Seks

Buat sebagian pria, sunat atau khitan mungkin bukan menjadi pilihan. Dalam pikiran mereka, sunat adalah tindakan yang tak penting dilakukan dan berakibat mengurangi kenyamanan serta kemampuan berhubungan seksual. Tetapi faktanya, sunat justru tidak mempengaruhi tingkat kepuasan seksual, tetapi bahkan menguntungkan buat kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan, sunat pada pria terbukti tidak mengurangi kepuasan dalam berhubungan seksual. Dengan fakta ini pula, sunat patut direkomendasikan sebagai salah satu langkah dalam mengatasi penyebaran HIV dan AIDS.Seperti diberitakan BBC, Minggu (6/1), para ahli dari AS melakukan riset terhadap sekitar 5.000 pria di Uganda. Setengah dari ribuan partisipan ini telah disunat, sedangkan setengah lagi belum melakukannya. Dari riset terungkap, hanya sedikit saja perbedaan di antara dua kelompok partisipan ini saat mereka ditanya rata-rata kemampuan dan kepuasan seksual.
"Riset kami dengan jelas menunjukan bahwa disunat tidak akan menimbulkan efek buruk apapun pada pria yang menjalaninya ketika kami membandingkannya dengan pria yang belum menjalani operasi sunat. Studi lain juga menunjukkan, menyadarkan pria bahwa prosedur sunat takkan mempengaruhi kepuasan atau kemampuan seksual membuat mereka mau disunat," ungkap pimpinan riset, Professor Ronald Gray dari Johns Hopkins University di AS.Meski studi menunjukkan hanya sedikit perbedaan rata-rata kepuasan seks antara kedua kelompok, peneliti menilai angkanya tidak terlalu signifikan secara klinis. Sekitar 98.4% pria yang disuna dilaporkan puas dengan kehidupan seksualnya, sedangkan kelompok non-sunat tercatat 99.9% .
Dalam hal kemampuan penetrasi, 98.6% pria yang disunat dilaporkan tak menemui masalah, sedangkan kelompok non-sunat mencapai 99.4 persen. Tetapi secara garis besar, 99.4% pria yang disunat dilaporkan tak menemui keluhan saat berhubungan. Pada pria yang tak disunat prosentasenya mencapai 98.8% .
Beberapa riset lain menunjukkan bahwa sunat juga dapat menekan angka infeksi HIV pada pria hingga 50%. Ada beberapa alasan mengapa sunat bisa melindungi dari virus mematikan tersebut. Dalam kulup kelamin pria terdapat sel-sel spesifik yang sangat rentan terhadap infeksi HIV. Tetapi setelah disunat, kulit di bawah kulup menjadi kurang sensitif dan tak lagi rentan pendarahan sehingga secara otomatis menekan risiko infeksi.
Meski sunat menguntungkan buat kesehatan, faktanya tidaklah mudah menganjurkan pria menjalani sunat. Beberapa pria cenderung enggan melakukannya karena khawatir berpengaruh pada kehidupan seksnya. Beberapa riset sebelumnya tentang sunat dan kepuasan seksual memang hasilnya bervariasi. Tetapi peneliti mengatakan bahwa lingkup penelitian dan profil demografi partisipan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh.
Peneliti, yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal BJU International, juga berpendapat kampanye pentingnya sunat melawan HIV bisa saja menjadi tidak efektif. "Ada kekhawatiran bahwa pria yang sudah disunat merasa dirinya terjaga dari HIV, padahal sebenarnya tidak. Kondom tetap menjadi cara terbaik untuk mencegah HIV saat hubungan seksual. Harus dicatat bahwa riset tentang hubungan HIV dan sunat berada pada lingkup sangat terbatas. Kami perlu riset lanjutan mengenai metoda pencegahan baru melalui sunat, microbisida hingga vaksin," ungkap Deborah Jack, chief executive National Aids Trust.

Selengkapnya...

10 Hal Pengaruhi Seks Pria

Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria. Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof. Dr. Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM: 1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang. 2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi. 3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi. 4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi. 5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi. 6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi. 7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu. 8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido. 9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi. 10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.

Selengkapnya...

Kondom, tak 100% efektif?

Penggunaan karet pengaman atau kondom secara konsisten memang dapat mengurangi penyebaran HIV. Namun apakah penggunaan kondom juga dapat menjadi jawaban atas meningkatnya rata-rata kasus penyakit menular seksual akhir-akhir ini? Itulah pertanyaan yang menjadi perdebatan para ahli dalam jurnal British Medical Journal edisi terbaru. Beberapa ahli seperti Markus Steiner dan Willard Cates dari Family Health International berpendapat bahwa kondom sejauh ini tetap menjadi sebuah solusi terbaik khususnya bagi orang yang terbilang "aktif" secara seksual. Kondom dapat menekan risiko dan kemungkinan mengidap penyakit menular seksual atau pun menyebarkan infeksi (jika pengguna sudah terinfeksi). Walaupun dalam sejumlah pembuktian masih terbilang inkonsisten, beberapa riset menunjukkan bahwa kondom merupakan sebuah benteng fisik yang efektif terhadap penularan patogen atau bibit penyakit, ungkap Steiner dan Cates. Sebagai bukti akan efektivitas kondom, Steiner dan cates merujuk pada sebuah tinjauan terbaru yang mengungkapkan bahwa penggunaan kondom juga dapat menurunkan risiko penyakit gonore dan chlamydia baik pada pria maupun wanita. Riset juga menunjukkan bahwa penggunaan kondom yang konsisten dan benar dapat menurunkan risikopenyakit herpes dan infeksi human papillomavirus. Walaupun begitu, efektivitas kondom masih menjadi perdebatan terutama berkaitan dengan upaya promosi penggunaannya di banyak negara termasuk Amerika Serikat. Masalah lain yang muncul adalah promosi penggunaan kondom pun dapat menimbulkan risiko lainnya. Tidak sepenuhnya amanSeperti halnya sebuah alat pengaman (sabuk pengaman atau kantung udara pada kendaraan), para ahli menilai kondom tidaklah 100 persen efektif. Pesan yang akurat tentang kondom seharusnya dibangun dengan risiko pencegahan yang seluas-luasnya serta pendekatan penurunan risiko. Para ahli menganjurkan agar para dokter memberi penyuluhan kepada orang yang aktif secara seksual bahwa penggunaan kondom dapat menurunkan risiko berbagai jenis infeksi. Mereka juga perlu menekankan pentingnya akan penggunaan kondom yang benar dan konsisten untuk mengurangi risiko secara optimal.Sementara itu ahli dari Universitas Alberta, Stephen Genuis, berargumen bahwa pendekatan yang lebih komprehensif dibutuhkan dalam menangani masalah ini. Menurutnya, kondom bukanlah jawaban pasti dalam mengatasi infeksi penyakit seksual, karena alat ini tidak memberikan cukup proteksi terhadap penyakit biasa. Hubungan seksual secara umum melibatkan kontak antara kulit di dalam area genital eksternal yang tidak dilindungi oleh kondom. Namun problem utama kondom menurutnya adalah kebanyakan orang, terutama remaja dan dewasa, tidak menggunakannya secara konsisten, dan terkesan menghiraukan bukti ilmu pengetahuan. Ia merujuk pada banyak penelitian besar di mana upaya bersama untuk mempromosikan penggunaan kondom secara konsisten terbukti gagal mengendalikan penyebaran penyakit seksual - bahkan di negara-negara dengan pendidikan seks yang maju seperti Kanada, Swedia dan Swiss.Data juga menunjukkan bahwa mengubah perilaku seksual (setia dengan pasangan, menurunkan jumlah pekerja seks) terbukti lebih baik ketimbang penyebaran kondom dalam menurunkan risiko terjadinya infeksi di beberapa negara seperti Thailand dan Kamboja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan dua pertiga kasus penyakit menular seksual di dunia terjadi pada remaja dan dewasa muda. Sejauh ini banyak sekali remaja yang belum tersentuh pendidikan seksual khususnya yang terfokus mengenai kondom.

Selengkapnya...